Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Pengalaman Naik Kereta Bandara Railink

“Naik kereta aja kok bawa koper..”, mungkin itu yang terlintas di benak teman-teman ketika melihat banyak orang berlalu lalang sambil menyeret koper di sekitar Stasiun Sudirman beberapa hari belakangan.

O o o, rupanya mereka berjalan menuju stasiun BNI City yang terletak tepat di sebelah Stasiun Sudirman. Memang sudah sebulan saya bekerja di daerah Sudirman, dan tepat sebulan juga saya penasaran untuk apa dibangun stasiun di sebelah stasiun.

Resmi beroperasi pada 02 Januari 2018, kereta api Railink merupakan inovasi baru bagi masyarakat untuk bepergian ke Bandara Soekarno-Hatta tanpa macet, dan tanpa menjebolkan kantong tentunya (coba bandingkan dengan naik taxi atau transportasi online dari Jakarta, ckck).

Meski baru official di awal tahun yang baru, gaungnya kereta bandara ini sudah terdengar jauh-jauh hari, dari yang awalnya dibilang bakal beroperasi Juli 2017, mundur jadi November, dan akhirnya fix di Januari 2018. Jelas terdengar dari berbagai media kalau sejak Desember akhir kereta ini akan diujicobakan terlebih dahulu, dengan harga tiket yang masih murmer (cuma 30 ribu aja).

Nantinya, seperti iklan-iklan apartment yang ada di TV, harga tiket akan naik Senin setelah masuk bulan Januari menjadi 70k, dan akan naik lagi jadi 100k. Jadi, karena mau nyobain tapi gak mau rugi keluar uang banyak, saya rela jadi kelinci percobaan. Gapapa deh naik kereta yang masih percobaan, yang penting murmer. Tak mau sendirian jadi kelinci, saya pun mengajak teman saya untuk terlibat dalam petualangan ini dengan iming-iming jalan-jalan melihat bandara.

Saya memilih hari Jumat terakhir di tahun 2017 untuk ngebolang. Tadinya saya pikir untuk naik kereta bandara ini hanya tinggal datang, beli tiket, dan naik. Beruntungnya saya mendapat info dari seorang teman yang kehabisan tiket saat mau naik kereta bandara. Rupanya banyak juga orang-orang yang berpikiran sama mau nyobain kereta baru ini (maklum, hal-hal baru di Indo pasti jadi hits). Akhirnya setelah banyak googling, saya memutuskan untuk booking dan bayar tiket via online (sempet bingung juga setelah bayar harus diapain kode booking-nya karena saya jarang bepergian di luar Jabodetabek).
Ada 3 cara untuk membeli tiket kereta bandara. Via vending machine yang ada di stasiun (no cash, jadi siapkan kartu kalian ya), lewat aplikasi, atau bisa lewat website resmi railink di https://reservation.railink.co.id

Karena saya beli via web, jadi saya jelaskan langkah yang via web aja ya..

1. Buka web (link-nya di https://reservation.railink.co.id).
2. Pilih one-way (kalau mau sekali jalan) atau round trip (kalau mau PP, harga juga double tentunya :P).
3. Pilih stasiun asal dan tujuan (saat ini baru 3 stasiun yang melayani keberangkatan dan tiba, yaitu Sudirman Baru (BNI City), Batu Ceper, dan SHIA (Soekarno Hatta International Airport).
4. Pilih tanggal keberangkatan dan masukkan jumlah penumpang yang mau naik, klik search
5. Langkah kedua adalah memilih jam kereta (angka-angka di bawah kereta sepertinya menunjukkan jumlah kursi yang masih tersisa) *tips: sebaiknya booking jangan dekat-dekat jamnya, takut gak kebagian nanti sia-sia udah jauh-jauh datang.
6.  Setelah pilih jam, web-nya akan klarifikasi lagi bener atau gak nih kalian mau naik kereta ini tujuannya kesini, jamnya jam segini, tinggal di-check list aja yang I agree and comply bla bla bla nya (kayak kalau baca terms and conditions buat akun socmed hehe), continue deng.
7.  Masukkan contact information seperti nama, tanggal ultah, no. HP, dan e-mail address, lalu pastikan kalian bukan robot dengan mencentang captcha-nya.
8.  Pilih mau payment menggunakan apa, lalu bayar deh.
9.  Setelah bayar akan ada e-mail masuk yang memberitahukan kode booking, juga syarat dan ketentuan untuk naik kereta. Nantinya kode booking ini bisa diinput di vending machine untuk ditukar dengan selembar tiket.

Sorenya, saya langsung pulang tenggo karena takut terjadi hal-hal di luar dugaan. Saya pikir lebih baik siap-siap dengan datang lebih awal karena belum tau seperti apa nantinya. Benar saja, saya sampai mendekati jam keberangkatan. Kata petugasnya, sekali ketinggalan kereta maka tiket hangus dan harus pesen ulang. Jadi, usahain jangan sampe pas-pas-an karena no reschedule.


Saya berjalan menuju stasiun Sudirman Baru/ Stasiun BNI City. Bagi teman-teman yang butuh naik kereta/ busway untuk ke stasiun ini, kalian bisa turun di Stasiun Sudirman/ Halte Busway Dukuh Atas → tanya orang sekitar bagaimana cara ke kolong fly over Sudirman → dari fly over tinggal jalan luruss aja, dan kalian akan sampai ke Stasiun Sudirman Baru yang ciamik kayak airport. Memang jarak dari luar ke dalam stasiun agak jauh, berbeda dari stasiun pada umumnya.

Stasiun BNI City (tampak jauh)
(tampak dekat)

(tampak lebih dekat lagi)
Sesampainya di pintu masuk, kita akan disambut eskalator yang didesain sedemikian rupa buat para travellers yang bawa barang. Semua harus naik ke atas dulu buat beli ataupun tuker tiket. Mari kita lihat sedikit penampakan stasiunnya lewat gambar di bawah.

Begini tampilan pintu masuknya

Ucapan "Selamat Datang" dalam berbagai bahasa (Hindi, Spanish, Arabic. Hayoo, kira-kira bahasa apa lagi yang ada di layar?)
Stasiun yang luas dan bersih
Untuk sebuah stasiun, Sudirman baru terbilang cukup luas. Oleh karena konsepnya sebagai stasiun yang dikunjungi berbagai orang yang datang dan menuju airport, segala petunjuk tersedia secara bilingual (dengan harapan banyak turis yang berkunjung ke stasiun ini kali ya). Selain itu, stasiunnya juga bersihh banget. Lantai dan kacanya kinclong (sampai bisa ngaca di lantai hehe). Walaupun mungkin salah satunya faktor masih baru, semoga aja ke depannya tetap begini.

Berbagai food vendor juga sudah banyak tersedia di stasiun, dan nampaknya akan bertambah banyak nantinya. Salah satu yang saya ingat adalah restoran ayam goreng merah milik Colonel Sanders. Cukup berbeda dengan Stasiun KRL Sudirman di sebelahnya yang kalau kita mau makan harus jajan ke abang-abang depan stasiun/ jajan di minimarket. Soal harga makanan dan minuman, apakah mirip-mirip harga makanan di bandara? Sayangnya, saya sampai mepet jam keberangkatan sehingga tidak sempat membeli makanan yang ada di sana.

Karena saya sudah beli tiket secara online, saya langsung menukarkan kode booking di mesin penjual tiket. Teman-teman tidak usah khawatir bingung dsb. Di sana sudah ada banyak staff yang berjaga di dekat mesin dan siap membantu. Tersedia juga staff di bagian informasi yang menyediakan jadwal kereta beserta jam-jam tiba di stasiun selanjutnya. Jadwal ini bisa diambil secara gratis loh.

Setelah memasukkan kode booking, tiket keluar dalam bentuk selembar kertas tipis. Melihat antrian masuk peron yang panjang, saya langsung turun dan ikut antri. Ternyata tiket ini akan di tapping (sama seperti kita tapping pakai kartu KRL) untuk masuk ke peron. Entah karena masih baru, mesinnya beberapa kali error dan tidak bisa membaca tiket penumpang sehingga untuk masuk, ada staff yang akan membantu menempelkan kartunya (tentu aja dengan nunjukkin tiket dulu ya).

Tiket yang membuat kami bablas sampai bandara
Tidak lama menunggu, kereta datang benar-benar tepat waktu, dan sesudah semua penumpang masuk langsung jalan lagi. Now, let’s talk about the train itself.

Untuk tampilan luar keretanya, mungkin teman-teman yang sehari-hari PP naik KRL arah Tangerang sudah sering lihat ya. Keretanya putih dengan sedikit warna oranye dan biru tua. Bagian dalamnya? super teranggg dan bersih banget. Gak ada tuh bau gak sedap yang kadang dijumpai di kereta pada umumnya.

Walaupun terdapat nomor kursi di atas jendela, tapi kita bisa memilih tempat duduk secara bebas. Pokoknya, semua pasti dapat duduk. Ada sekitar 9 baris, 36 kursi empuk, dan 4 TV di dalam satu gerbong. Duduknya berdua-berdua dengan posisi setengah menghadap depan dan setengah menghadap arah sebaliknya. Terdapat juga toilet di dalam kereta kalau-kalau dalam waktu satu jam kamu gak bisa nahan pipis.

Di dalam kereta, penumpang diputarkan video musik di televisi yang tidak begitu jelas terdengar karena kalah oleh suara mesin kereta. Kita juga bisa memantau kereta lewat layar informatif yang menyajikan keterangan seperti suhu ruangan dan kecepatan kereta yang berubah-ubah (kurang lebih sekitar 57 – 61 km per jam).

Ketika saya naik, semua kursi terisi penuh. Rupanya ada yang benar-benar hendak pergi ke bandara, meski banyak juga yang cuma coba-coba (terbukti dengan banyaknya sosok tanpa tas yang sepanjang perjalanan sibuk mengambil gambar).

Sekilas, kereta ini mirip kereta eksekutif untuk perjalanan jauh. Akan tetapi, saya kurang tau apakah kursinya juga bisa ditidurkan seperti kereta eksekutif.


Dua kelinci percobaan
Sekarang mari bicara soal ketepatan waktu. Saya kaget melihat estimasi waktu sampai Bandara Soetta yang nyaris tepat sesuai yang tertera pada jadwal, kurang lebih hanya bergeser semenit. Sebuah kelayakan uji coba yang haqiqi. *applause

Pada akhirnya, saya berhasil menapakkan kaki di Stasiun Bandara Soekarno Hatta dan melihat gemerlapnya lampu bandara di malam hari. Stasiun khusus kereta bandara Soekarno-Hatta ini terletak dekat terminal 2. Oleh karena itu, sesampainya di sana kita bisa berpindah ke terminal 1, 2 ataupun 3 dengan naik sky train secara gratis. 

Sampai deng di Bandara Soekarno Hatta

Ruang tunggu di Stasiun Bandara Soetta
Tidak seperti KRL Commuter Line di mana kamu bisa tetap stay di dalam kereta dan ikut balik ke stasiun sebelumnya tanpa harus bayar, di sini sesudah kereta sampai di stasiun tujuan akan ada petugas yang patroli untuk mengecek apakah masih ada orang tersisa di dalam kereta. Sehingga sekali kamu lupa turun (meski cuma satu stasiun), kamu harus beli tiket lagi untuk perjalanan pulang.

Over all, kereta bandara ini worth to try dengan harga percobaannya. Senang deh melihat dunia perkeretaapian Indonesia yang makin maju. Saya menunggu dan pastinya nanti akan mencoba transportasi umum yang saat ini sedang diproses, yaitu MRT dan LRT.

Meski sekarang harga kereta bandara sudah naik, tetap aja kualitasnya sebanding apalagi buat kamu yang prefer in time dan bebas macet ke bandara. Layak untuk dicoba loh, khususnya untuk teman-teman yang tinggal di luar Tangerang, Kalideres, dan Cengkareng. Jadi, selamat mencoba. Have a nice trip. :))

Rabu, 12 Februari 2014

Adakah yang ingat anime ini? (Azuki-chan)

Halo semuanya.. ^^ apa kabar? maaf baru sempat posting lagi sejak imlek
senangnya imlek saya karena bertemu saudara-saudara. kami sudah lama tak bertemu XD
Tapi saya sedikit sedih nih, karena perolehan angpao tahun ini semakin menurun u__u
bagaimana dengan kalian? apakah chinese new year kemarin menyenangkan?? :D

Nah, sebelum melanjutkan postingan tentang "What I really like" saya, saya ingin membuat posting ini. tentang suatu anime lama yang dulu pernah muncul di TV 7 (sekarang trans 7) ketika saya kelas 2 SD kalau gak salah. :p Anime ini tayang sore-sore, pokoknya dulu setiap pulang les inggris saya pasti langsung duduk depan TV menanti anime ini.


Ini animenya:

Azuki-chan
Adakah yang ingat? soalnya setiap kali saya tanya teman-teman saya katanya nggak tahu. dan setelah saya browsing di internet, banyak juga orang-orang yang senasib dengan saya. mereka tanya temannya, tapi temannya nggak tahu.. ><
Azuki-chan ini terbilang anime yang cukup langka. komiknya saja terbit tahun 1995 (kalo gak salah), animenya tahun 1990an juga.. Saya suka anime ini karena genrenya yang selain romance dan school life, juga slice of life. grafiknya juga cukup bagus untuk anime di jamannya.. pertama kali saya lihat rencana tayangnya di TV 7 lewat majalah bobo, saya langsung tertarik. gambar yang ditampilkan di majalah bobo adalah gambar di atas.
Sebenarnya ini anime anak SD, tentang seorang anak bernama Azusa Noyama (Azuki). Anime ini menceritakan kehidupan sehari-hari Azuki, persahabatannya, dan usahanya dalam menggapai cinta. XD
Tapi saya penasaran sekali karena anime ini datang dan pergi begitu saja di TV. Saya sampai usaha banget waktu belum punya komputer untuk mencari soundtrack-soundtracknya dan komiknya.. dann, akhirnya usaha saya membuahkan hasil. saya berhasil membeli 5 buah komik jadul itu seharga 45.000. itu pun carinya susaah banget, karena komiknya udah langka banget. bahkan ada yang jual ratusan ribu (itu sih terlalu menurut saya). jadi, setelah saya menemukan harga yang lumayan, saya langsung beli aja..

saya beli ini tahun 2011
Untuk animenya, ternyata hanya sampai masa SD mereka, dan di youtube gak ada yang bahasa indo ataupun inggris. bahasanya di dubbing jadi bahasa spanyol. makanya saya sebel sekali.. untung kebetulan beberapa hari yang lalu saya browsing dan menemukan azuki-chan ber-subtitle indo di http://jesfsubs.blogspot.com/. walaupu episode yang di translate hanya baru sampai episode 13, tapi biarlah. saya akan nonton dulu dan menunggu sampai 117 episode itu selesai di translate. :D
Untuk alur cerita tentu panjangan komik daripada anime.. tapi banyak adegan-adegan sweet yang cuma ada di animenya. anime ini pasti membuat kita ingat masa-masa SD kita, masa-masa cinta pertama dan cara kita menghadapinya. kalau dulu itu cowok sama cewek dekat sedikit pasti langsung diledekin, kalau waktu SD dulu masih percaya ramalan cinta dan ikut-ikutan ramalan itu dengan harapan cinta kita tercapai. pokoknya  dari nonton anime ini, kita bisa lihat kalau kehidupan anak sekolah Jepang nggak gitu jauh beda dengan anak SD sini. ^^

Oh ya, anime ini sempat ganti nama tokoh waktu muncul di TV 7. Tokoh-tokohnya sempat muncul dengan nama barat, lalu akhirnya nama Jepang. Nama lain dari anime Azuki-chan ini ialah Azuki Bunny.

Nah, sekarang saya akan memperkenalkan tokoh-tokoh dari anime favorit saya ini:


Tokoh utama adalah gadis berkucir dua bernama Azusa Noyama (kelas 5 SD). Dalam versi baratnya, Azuki ini disebut bunny dalam animenya di TV.
Azusa ini lebih dikenal dengan sapaan azuki oleh teman-temannya sejak kecil, karena Ken (anak bertopi oranye) salah menyebut namanya waktu awal masuk SD dulu. Ken ini sekelas terus sama Azuki. Dia iseng dan orangnya ceplas-ceplos, kalau ngomong bisa bikin orang lain sakit. kalau nggak salah, dia anak penjual mie ramen. dia suka sama azuki, dan sering menggoda azuki. tapi karena kejahilannya azuki selalu marah. habis, ken suka buka rok azuki dan membuatnya malu.

Azuki benci panggilan azuki karena menurutnya kuno. hingga pada suatu hari datang murid pindahan baru yang keren dan populer. namanya Yuunosuke Ogasawara (versi barat: Mike). Yunosuke ini populer banget di kalangan cewek maupun cowok. Azuki adalah orang yang pertama kali bicara dengannya. Dan, azuki juga suka banget sama Yunosuke. Dia tinggi, friendly dan baik sama semua orang. Sejak kedatangan Yunosuke, Azuki nggak lagi malas sekolah. Dia juga berusaha menggapai cintanya terhadap Yunosuke. Azuki sekarang nggak benci lagi dengan panggilan azuki. Karena Yunosuke selalu memanggilnya begitu.
Yunosuke di gambar yang memegang pundak azuki.




Azuki bersahabat dengan 2 orang teman bernama Kaoru (barat: Beth) dan Jidama (barat: Cathy). Kaoru anaknya pemalu dan tegar. diam-diam dia suka sama Ken. tapi dia tahu ken suka azuki. Azuki yang merasa nggak enak karena ken selalu mendekatinya, selalu berusaha membuat ken dekat dengan kaoru. tapi, kaoru lebih memilih ken dengan azuki karena ia ingin membuat ken senang. tentu saja azuki nggak mau. di matanya hanya ada Yunosuke seorang. oh ya, kaoru ini anak seorang tukang salon. ada suatu episode yang menjelaskan kenapa dia suka ken yang iseng itu. kata-katanya kaoru saya ingat sejak SD "kalau tetesan hujan yang pertama menyentuh ujung hidungmu, orang yang kau suka akan berbalik menyukaimu".
Ada lagi Jidama, yang tomboi dan benci laki-laki. dia sangat mengidolakan neneknya karena sejak kecil tinggal bersama neneknya. tapi di salah satu episode, seingat saya Jidama pernah menyukai seseorang dan ternyata orang itu polisi yang menyelamatkan rumahnya.
Di gambar jidama yang dikepang dua, sementara kaoru yang memakai pita dan berambut pendek bergelombang.

Tokoh anak kecil di samping azuki (yang merentangkan tangannya) adalah daizu (barat : Billy), adik azuki yang masih kelas 1 SD dan polos. Daizu sering diajari baseball oleh Ken, Daizu akrab banget sama ken dan hal ini membuat azuki sebal. ada juga episode dimana pacar daizu yang centil, suka Yunosuke.
Daizu selalu bawel dan masuk kamar kakaknya tanpa ketuk pintu. namun terkadang saran daizu, berhasil mendekatkan azuki dengan Yunosuke. Oh ya, Azuki-chan ini juga dipenuhi unsur komedi. beberapa dialognya membuat tertawa karena penuh dengan kepolosan anak-anak.

Tentunya dalam tiap anime ada tantangan tokoh antagonisnya.. sudah dapat ditebak, cewek yang memakai bando bernama Yoko (versi barat: Lisa) inilah yang menjadi saingan cinta azuki. Azuki khawatir Yunosuke lebih menyukai Yoko. karena tentu saja selain cantik, Yoko juga tinggi, pandai bahasa Inggris, dan kaya. Walaupun Yoko menyebalkan, pada akhirnya ia mendukung azuki, karena ia tahu Yunosuke menyukai azuki.

Lantas siapa cewek berkacamata yang ada di gambar? Dia adalah Tomoko (versi barat : Jane) , ketua kelas yang diam-diam menyukai cowok di sebelahnya , yaitu Makoto (versi barat: Joy). Makoto dan Tomoko berbeda 180 derajat. Tomoko pintar dan rajin, sedangkan Makoto malas , lamban, dan bodoh. Mungkin ini yang dinamakan saling melengkapi yaa.. Sama seperti Azuki, Tomoko merasa kalau Yoko juga merupakan saingan cintanya. karena sepertinya Makoto menyukai Yoko, yang memang cantik dan populer.

Azuki, Kaoru, dan Tomoko membentuk perkumpulan KTK (lupa kepanjangannya, pokoknya ada 'koi'-nya), intinya perkumpulan gadis yang cintanya belum terbalas. mereka mempunyai misi untuk menggapai cinta mereka. :3

ini detail hubungan mereka

dalam versi animenya yan hanya 117 episode, cerita berakhir ketika Yunosuke harus pindah ke Amerika.. Jadi bagi yang tidak membaca komiknya, hanya akan mendapat ending yang menggantung dan cukup sedih. sakura yang berguguran menjadi saksi pertemuan pertama dan perpisahan mereka berdua.

episode 117 anime

makanya untung saya baca komiknya. ^^ di komik. cerita intinya berlanjut pada masa smp azuki.. Tak ada kabar dari Yunosuke membuat azuki merasa sendirian. ditambah lagi, di smp ia terpisah kelas dengan kaoru. tak ada lagi teman SD yang dulu akrab. banyak juga yang pindah sekolah. pada volume 3 komiknya, menceritakan masa-masa azuki menjalin hubungan dengan Ryuichi, cowok berambut nanas. Ryuichi populer dan jago tenis. tapi, karakternya nakal dan agresif, tak seperti Yunosuke yang baik-baik dan cool. Ada pula Rie, gadis tercantik di SMP yang menyukai Ryuichi. tapi tentu saja Ryuichi memilih azuki.

yunosuke vs ryuichi

Di tengah masa-masa indah mereka berdua, tepatnya di pertengahan kelas 2 SMP, datang lagi Yunosuke ke dalam hidup azuki. ini membuat azuki galau. hatinya berdebar lagi setiap melihat Yunosuke, yang sekarang semakin tampan. kenangan mereka berdua selalu terlintas. Azuki tak tahu harus bagaimana, maka ia putuskan ryuichi dan memilih untuk sendiri saja. baru kali ini ia menyukai dua orang sama besarnya. Yunosuke yang awalnya tak tahu hubungan azuki-ryuichi, perlahan menyadarinya. ia menanyakannya pada azuki, dan ketika mengetahuinya, Yunosuke yang pengertian memahaminya dan sadar karena ia telah membuat azuki kesepian dan menunggu selama ini. oleh karena itu, sekarang gilirannya untuk menunggu.

Pada akhirnya, usaha ayah Yunosuke jatuh lagi dan mereka harus kembali ke Amerika. sementara teman-teman yang lain menangis, azuki hanya melamun. tak ada banyak kata yang ia ucapkan saat perpisahan di kelas. hingga saat Yunosuke menyelipkan sebuah surat di loker azuki, azuki sadar bahwa selama ini Yunosuke-lah yang selalu ada di benaknya. ia mengejar Yunosuke dan menemuinya di bandara. Mereka berpisah, dan Yunosuke berjanji perpisahan kali ini tidak akan sama. mereka bertukar jam tangan. setelah kepergian Yunosuke, azuki sering berkirim surat dengannya, dan menceritakan segalanya dengan jujur. Kali ini azuki benar-benar menolak Ryuichi. *syukurlah*

Cerita berakhir pada masa yang akan datang. azuki yang sudah berganti nama menjadi Azusa Ogasawara, memiliki sepasang anak kembar (cowok-cewek) dan akan menghadiri pernikahan kaoru dengan ken. disana ia bertemu kembali dengan teman SD dan SMP-nya. perkumpulan KTK semasa SD itu ternyata semuanya benar-benar berhasil meraih cintanya. Azuki dan Yunosuke pun hidup bahagia. :)

"first date" (kebetulan) mereka

Anime azuki-chan ini benar-benar membuat kita nostalgia dengan masa-masa cinta pertama setiap orang, yang tentunya saat itu masih polos. kembali sejenak ke masa SD yang indah, masa dimana kalau dekat dengan lawan jenis sedikit di "cieee"-kan. Ternyata banyak juga kelakuan anak-anak Jepang yang sama dengan anak SD di Indonesia. Moral yang saya dapat dari anime ini, kita harus berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dan nikmatilah setiap hari yang tak akan terulang kembali. Time flies so fast..

Okee, segini saja ya postingan saya.. jangan lupa follow blog ini (klik join this site di kanan-atas, bagi yang punya Google plus juga boleh follow.. tinggal bilang dan nanti saya follback)

dan untuk menutup posting kali ini, saya akan sajikan link video soundtrack azuki-chan (Opening, Ending 1, ending 2)

Untuk opening, lagunya Razz Ma Tazz - Suteki na Kimi Sa : http://www.youtube.com/watch?v=POfbmCdLimc
Untuk ending 1, lagunya Razz Ma Tazz - Yoake : http://www.youtube.com/watch?v=jLOuW5ijwN4
Untuk ending 2, lagunya Nogami Yukana - Arukou : http://www.youtube.com/watch?v=tPjIMBxjOfQ

Jaa.. Sayonara.. :D




Jumat, 19 Juli 2013

Two is better than one?

Sesuai dengan judul diatas, saya akan membahas masalah love life pada subuh hari ini. Ada seorang tante mama saya yang setiap kali ketemu saya selalu nanya soal pacar terus.. segitu pentingkah pacar sampai ditanya setiap ketemu?? atau memang nggak ada topik pembicaraan lain yang beliau ingin bahas?
seringkali dari artikel-artikel yang saya baca di socmed menyindir tentang betapa menderitanya menjadi seorang jomblo.. tapi bagi saya pribadi yah, setidaknya untuk saat ini menjadi jomblo adalah pilihan. saya bisa dengan asyik online sampai subuh tanpa ada yang larang, bisa main dengan teman-teman dengan bebas, bisa jalan kemanapun dengan bebas, ikut berbagai macam kegiatan dengan bebas, bergaul dengan orang yang nggak hanya cewek semua, pokoknya bebas semuanya. tidak ada pengekangan. bukannya berarti saya bisa seenaknya, tapi terkadang yang namanya pasangan itu mengekang dengan alasan yang tidak wajar, bahkan kadang bisa tanpa alasan.
Hal ini membingungkan. mereka mengekang orang lain padahal mereka sendiri tidak ingin dikekang, mereka kadang juga melakukan apa yang mereka larang terhadap kita. begitu juga yang saya lihat dan tangkap dari teman-teman saya yang curhat soal pacar-pacar mereka. yahh, walaupun nggak semuanya seperti itu, tapi setidaknya banyak saat ini yang saya temukan seperti itu.
So, apakah mencintai berarti mengekang? apakah dengan mengekang pasangan kita menjadi bahagia? apa jika pasangan kita tidak bahagia kita akan menjadi bahagia dengan itu? bahkan sampai bercanda dengan teman lawan jenis lain saja nggak boleh. sering main dengan teman gak boleh. jadi harusnya bagaimana? maunya apa?
Ada lagi yang bilang kalau jomblo itu kurang kasih dan perhatian. padahal kalau kita bisa menyikapinya dengan positif tentu aja nggak seperti itu. kasih sayang yang kita dapat bukan hanya dari pacar, malah kasih sayang berlebih kita bisa dapatkan dari orang tua dan teman-teman. seringkali saat kita pdkt atau pacaran, kita sering lupa untuk menghidupkan relasi dengan keluarga/teman. kita mungkin akan lebih fokus terhadap pacar. padahal, pacar mungkin akan datang dan pergi, tetapi keluarga dan sahabat tidak.mereka akan lebih setia menyayangi dan mendukung kita.
Pada beberapa orang, ketika memutuskan berpisah sulit untuk mengubah status percintaan tersebut menjadi persahabatan, bahkan pertemanan. kalau begitu apakah lebih enak menjadikan orang yang kita suka itu sahabat? bagaimanapun juga, setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita sudah ada takdirnya. tentu akan berbeda momen dan perasaan yang kita rasakan antara menjadi pacar dan teman. We don't meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason.



Banyak orang pacaran yang hubungannya tidak seindah apa yang terlihat di luar. Ada banyak hal yang bisa kita ambil ketika menjalin relasi dan hubungan dengan setiap orang.
Jadi nggak seharusnya juga bagi para jomblo untuk asal memutuskan untuk pacaran kalau memang belum siap. Fall in love when you're ready, not when you're lonely. menunggu orang yang tepat bisa dijadikan pilihan. asal jangan terlalu selektif. karena tiap manusia pasti punya kekurangan, dan salah satu tujuan memiliki pasangan adalah untuk saling melengkapi dan mengisi kekurangan satu sama lain. juga menjadi lebih baik tentunya. pacaran mungkin perlu tapi bukan yang utama.
justru dengan pengalaman pacaran, kita wajib belajar untuk intropeksi diri dan mengambil hal-hal positif di dalamnya sehingga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.


Tapi bukan berarti menjadi jomblo juga lebih baik daripada yang pacaran. haruskah yang pacaran memutuskan pasangannya dan menjadi jomblo? tentu saja tidak. hanya saja kita tidak bisa men-judge apakah salah satu dari kedua hal tersebut lebih baik dan tinggi derajatnya. sendiri ataupun berdua adalah sebuah pilihan. dan setiap orang memiliki hak bebas untuk menentukan pilihannya bukan?
Bagi yang telah berpacaran dan merasa telah menemukan orang yang tepat, pertahankanlah itu karena orang-orang lebih banyak mendapatkan pasangan yang kurang tepat daripada yang tepat. janganlah terlalu membesarkan hal-hal kecil. dan bagi yang merasa sering tersakiti, lebih baik dipikir ulang dengan akal sehat. apakah bisa mempertahankan hubungan yang sudah seperti itu. apakah yang membuat kalian bertahan hanyalah kenangan masa lalu? terlalu takut untuk memulai hal baru? bukankah lebih baik berpisah sebelum semuanya berlanjut menjadi lebih parah? sehingga yang tetap tinggal tentang orang itu hanyalah kenangan indah. jangan terlalu mendahulukan perasaan, melainkan bantulah dengan logika. pasti awalnya akan terasa sakit. hanya waktu yang bisa menyembuhkan sakit tersebut dan membawanya pergi. kata-kata barusan bukannya klise tapi memang tepat sekali menurut saya. dan ketika saya mengatakan hal tersebut pada sahabat-sahabat saya, mereka juga setuju. you can't have a rainbow without a little rain. bayangkan jika hubungan yang sudah complicated itu terus dipertahankan lebih lama. bukankah sakitnya akan semakin dalam?



Saya sendiri juga belum tentu bisa mengikuti semua tips-tips diatas. tapi apa yang saya tulis dengan isi pikiran saya ini bertujuan untuk bertukar pikiran saja, karena saya rasa teman-teman semua mungkin pernah atau saat ini sedang mengalami kegalauan baik itu menjadi si jomblo, ataupun punya masalah kecil/besar dalam hubungan teman-teman. Tetap semangatt.


Wah, tidak terasa cukup panjang juga tulisan saya kali ini. percintaan memang topik yang tidak ada habisnya jika dibahas. sudah menjadi masalah klasik setiap insan, tua maupun muda. mengapa? karena semua manusia membutuhkan cinta. bahkan kita terlahir karena cinta. bersyukurlah karena masih bisa merasakan cinta. ;)
Spread the love to everyone! <3
See you on my next post!